Tangsel,Kabarpakuan.id – Ajang Kharisma Sahid Wisata Budaya yang mengusung tema “Bogor Jakarta Banten Expo” (BJB Expo) sukses digelar dengan meriah di Grand Premier Hall Politeknik Sahid, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten pada Rabu, 24 Juni 2026.
Acara ini menjadi panggung kolaborasi epik yang memadukan unsur budaya, pariwisata, seni, sekaligus sektor ekonomi kreatif dalam satu kesatuan.
Kegiatan yang digagas oleh Politeknik Sahid, EO Kharisma Bogor Berbudaya, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Bogor ini bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan daerah serta memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan.
Selain itu, pameran ini menjadi wadah apresiasi nyata terhadap kreativitas anak-anak dan pelaku UMKM dari tiga wilayah strategis: Bogor, Jakarta, dan Banten.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, SH, MH. Dalam pelaksanaannya, BJB Expo mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat luas berkat rangkaian acaranya yang hidup, edukatif, dan sarat akan kearifan lokal.
Ketua Pelaksana sekaligus Owner EO Kharisma Bogor Berbudaya, Irma Siti Nurafiani, mengungkapkan bahwa konsep utama dari BJB Expo ini adalah menyatukan potensi pariwisata lintas daerah sekaligus melestarikan budaya nusantara.
”Kali ini acaranya Bogor Jakarta Banten Expo, acara yang memadukan lomba seni budaya dan pameran kerajinan tangan, golok serta UMKM,” ungkap Irma di sela-sela acara.
Keberhasilan BJB Expo ini menjadi bukti nyata berjalannya konsep kolaborasi pentahelix, di mana unsur akademisi, komunitas, pelaku bisnis, pemerintah, hingga media massa bergerak bersama demi menghidupkan kembali ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Hal senada disampaikan oleh Kepala BPPD Kota Bogor, Jamal. Ia menegaskan bahwa BJB Expo tidak sekadar menjadi ruang pameran, melainkan wadah strategis yang mempertemukan langsung para pelaku industri pariwisata dan UMKM, termasuk melibatkan peran aktif mahasiswa.
”Acara ini menggandeng UMKM dan sarana pariwisata dari Banten, Bogor, dan Jakarta. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Politeknik Sahid,” jelas Jamal.
Kemeriahan BJB Expo semakin terasa dengan hadirnya berbagai kompetisi menarik, seperti Lomba Tari Kreasi Nusantara, Lomba Mewarnai Anak, Bazaar UMKM, hingga Pameran Destinasi Wisata.
Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian pengunjung dan civitas academica adalah sesi pengenalan warisan budaya melalui program khusus pelestarian senjata tradisional nusantara. Komunitas Golok Nusantara hadir memperagakan nilai historis dan seni tempa golok kepada generasi muda.
Ketua Golok Nusantara, Gatut Susanta, menjelaskan bahwa kehadiran komunitasnya di lingkungan kampus memiliki misi besar yang berorientasi global.
“Golok terlibat dalam acara ini selain mengisi kegiatan budaya, juga sebagai bagian dari program Golok Goes to Campus dalam rangka mendukung Golok Road to UNESCO,” tegas Gatut.
Acara berskala regional ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan perwakilan instansi penting, di antaranya President Homestay Malaysia Dato’ Shariman, perwakilan Dewan Pendidikan, jajaran Dinas Pariwisata terkait, serta para penggiat budaya dan pariwisata dari lintas provinsi.
Melalui kesuksesan BJB Expo ini, pihak penyelenggara berharap hubungan sinergis antara dunia pendidikan tinggi, pelaku usaha mikro, dan komunitas budaya dapat terus dirawat serta diperkuat secara berkelanjutan.
Langkah konkret ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memajukan pariwisata nasional dan menjaga kelestarian warisan budaya Indonesia di masa depan.(Heri)
.







